Minggu, 22 November 2015


Memaafkan Diri Sendiri



'Memaafkan diri sendiri'. Kata yang sering kita dengar, tetapi begitu sulit untuk melakukannya. Entah karena kesalahan fatal akibat ulah kita yang mengacaukan keadaan atau kita yang tanpa sengaja melukai seseorang yang begitu kita cintai. Jika hal tersebut terjadi, maka yang akan berdengung dalam pikiran kita adalah :

"Saya tak bisa memaafkan diri saya atas semua kesalahan ini...."
"Begitu bodohnya saya sehingga orang lain celaka..."
"Kenapa saya bisa lalai atas semua masalah?"

Dan banyak contoh lain. Semua orang pernah mengalaminya, bahkan ada yang menyesali hal tersebut sampai berlarut-larut. Akan tetapi, pernahkah terbayang dalam benak kita untuk mencoba memaafkan diri sendiri? Berikut ini beberapa hal yang harus diingat jika mengalami masalah tersebut.


  • Tuhan mengajarkan kita untuk menjadi pemaaf bukan semata-mata kepada orang lain saja.
 Banyak sekali di antara kita yang begitu pemaaf kepada sesamanya, tetapi sangat sulit memaafkan diri sendiri. Tuhan mengajarkan kita untuk pemaaf dalam segala hal, termasuk memaafkan diri sendiri. Jika kita tak mau memaafkan diri sendiri, kita akan terus terbebani dengan pikiran negatif kepada diri kita. 

Menyalahkan diri sendiri tak ada gunanya, hal itu sama sekali tak membangun kekuatan, menyalahkan diri sendiri sama saja dengan menjadi lemah dan tak bersyukur. Bersyukurlah, ingatlah Tuhan, serta belajarlah menerima keadaan.

  • Kita memang harus memperbaiki kekurangan, tetapi introspeksi beda dengan marah kepada diri sendiri.
 Introspeksi adalah hal yang wajib dilakukan kita sebagai manusia agar dapat membimbing diri menuju masa depan yang baik. Dengan menyadari semua kekurangan dan memperbaikinya, kebahagiaan bukan hal yang mustahil kita raih. 

Lain halnya dengan marah kepada diri sendiri. Tidak mau memaafkan diri sendiri bukanlah bagian dari introspeksi. Kemarahan itu hanya membuat kita terlalu berfokus pada kekurangan dan menganggap diri tak mampu menghadapi tantangan.
  •   Jangan berpikir kalau yang lain tak dapat mengerti kesedihanmu. Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan.
Seringkali kita berpikir kalau kitalah yang paling salah. Namun, pernahkah kita bayangkan kalau orang lain juga melakukan hal yang sama? Mungkin kita bingung jika melihat orang lain yang terkena 'getah' akibat ulahnya sendiri tetap tersenyum. Bukan berarti ia tidak berpikir kalau ia salah. Ia hanya berusaha tenang dan memaafkan diri sendiri. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak?
  • Rasa tidak enak hati memang ada karena membuat orang lain terkena imbas. Tapi, jangan lupakan maaf mereka yang selalu terbuka untuk kita. 
Senyum dan pintu maaf selalu terbuka dari hati orang-orang terkasih. Mereka meminta kita untuk tak menghiraukan kejadian yang sudah berlalu dan kita hanya menjawab 'ya' meskipun di dalam diri kita menjawab berbeda. Bagaimana jadinya kalau mereka tahu kalau kita masih memikirkannya? Kita yang akan berbalik membuat mereka tidak enak hati. Pada akhirnya kita hanya akan membuat masalah baru.
  • Terlepas dari itu semua, kita memang diciptakan dengan kekurangan. Tak ada yang sempurna, dan kita tahu itu. 
"Nobody's Perfect"
Kita diciptakan dengan segala macam kekurangan bukan tanpa alasan. Kita hidup untuk saling melengkapi satu sama lain. Camkan bahwa kita memang punya kekurangan, tetapi berusahalah untuk maju dan memaafkan segala kesalahan, baik yang dilakukan diri sendiri maupun orang lain. Tertawalah dengan semua kekurangan yang kita miliki, jangan dijadikan beban.


Bagaimana? Siapkah kita memaafkan diri sendiri? Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk memaafkan diri sendiri. Hanya ini yang dapat saya paparkan mengingat pengetahuan saya yang masih sedikit. Ayo, kita bersama-sama maju dan melangkah demi esok yang lebih baik!!!
:)
Ananda, 14.
 

Sabtu, 21 November 2015

Tips Menjadi Senior yang Baik! ^^





Baru beberapa bulan lalu tahun ajaran baru dimulai. Ada yang lulus, ada juga yang jadi senior. Dari atas kepala sampai ke ujung kaki hampir semuanya baru. Bisa dibilang, tidak klop rasanya kalau tidak ada yang baru saat peristiwa setahun sekali ini. Nah, kita yang telah menjadi senior, hendaknya mencontohkan yang baik pada adik-adik kita. Berikut ini ada beberapa tips berdasarkan pengalaman pribadi untuk menjadi senior yang disenangi adik kelas. Check this out!!! ^w^ 

1. Ramah


Bersikap ramah adalah salah satu cara yang baik untuk disenangi adik kelas. Bukan cuma terhadap adik kelas saja, sikap ramah dapat membawa pengaruh positif bagi orang-orang di sekitar kita lho, guys. Tersenyum dan menyapalah dengan tulus. Mungkin orang yang ramah sering dikira 'sok kenal sok dekat', tapi percayalah, ini bagus dan menghilangkan 'sindrom senioritas' yang tengah merajalela. Adik kelas pun pasti enjoy dan nyaman bersama kita.

2.  Don't be bossy!


Seringkali kakak kelas menganggap bahwa adik kelas akan 'menggeser' posisi mereka. Entah karena ia memang baru masuk atau bertingkah kurang baik. Hal-hal kecil tersebut sering dijadikan alasan untuk meminta mereka melakukan apa yang kita minta. Aksi senioritas meningkat seiring berjalannya waktu, bahkan sampai menimbulkan korban dari pihak junior. Kakak kelas yang baik tak sepantasnya melakukan yang demikian karena adik kelas yang lebih muda bukan berarti bisa diperlakukan seenaknya. Anggaplah junior sebagai teman kita, adik kelas yang harus kita tuntun sebaik mungkin.

3. Melakukan aktivitas bersama



Jika kita mengikuti sebuah klub, pasti kita bertemu dengan teman-teman dan junior yang baru masuk kan? Junior senang kepada senior yang santai, tetapi tetap mampu mengarahkan mereka untuk menekuni bidang yang mereka sukai. Kalau ia belum mengerti apa yang harus dilakukan, jangan sekali-kali meremehkan, ya. Itu akan membuat mereka berbalik membenci kita. Cobalah untuk menilik masa lalu kita yang pernah ada di posisi mereka. Kita pun merasakan hal yang sama bukan?

4. Menggunakan social media sebijak mungkin


Jangan sampai kita menyinggung seseorang dengan kata-kata kasar di sosmed, siapapun itu. Jangan pula terlalu 'buka-bukaan' soal privacy kita. Mungkin di mata teman-teman sebayamu itu sudah biasa. Bagaimana dengan adik kelas? Apa mereka menganggap biasa juga? Salah. Justru sebaliknya, banyak di antara mereka yang salah paham karena melihat 'kicauan' kasar kita. Ini bukan masalah pencitraan, ya. Menyinggung perasaan orang lain baik secara diam-diam atau terang-terangan sama buruknya. Selain terjadi kesalah pahaman, adik kelas juga sering meniru apa yang kita ucapkan dan lakukan. So, berhati-hatilah dalam bertindak ya, guys.

Itulah beberapa tips mudah untuk diterapkan untuk menjadi kakak kelas yang baik. Semua ini murni pengalaman pribadi dan saya berharap tips tersebut dapat menjadikan kita kakak kelas yang baik. Lakukanlah dengan tulus, jangan berharap balasan atas kebaikan yang kita perbuat. Selama kita masih bisa melakukan yang terbaik demi orang-orang yang ada di sekitar kita, maka lakukanlah. :)


Terimakasih sudah mengunjungi blog ini!! ^^

Sabtu, 14 November 2015

Surat Terbuka Untuk Dunia Kecilku yang Indah

Selamat pagi dunia
Apa kabarmu sekarang ini?
Maaf mengganggu ketenteramanmu
Tetapi, bolehkah aku bersurat denganmu? 
Untuk sekali ini saja, biarkanlah kusampaikan
Karena tak baik memendam terus di dalam hati

Dunia kecilku, aku sudah berumur empat belas
Meski belum banyak yang kuketahui, Tuhan telah memberiku melaluimu
Tuhan sangat percaya padamu
Kau mengemban tugas mulia
Berbesar hatilah, sekalipun kami yang serakah menapakimu
Tapi percayalah dunia,
Masih ada orang-orang baik
Mereka yang peduli akan kelestarianmu
Janganlah bersedih hati dengan dirimu yang tak seindah dulu
Karena kau telah memainkan banyak peran bagi kehidupan kami

Kau mungkin benci jika kusebut 'Dunia Kecil'
Tahukah kau bila aku bahagia dalam hidupku?
Di mana tempat aku bahagia sebelum ajal menjemput nanti?
Jelas aku bahagia bersamamu juga!
Aku tahu ada kebahagiaan yang lebih indah
Jika aku bisa mati dengan sedikit dosa
Akan tetapi, setalah berterimakasih kepada Tuhan,
aku juga ingin memelukmu dan mengatakan hal yang sama,
Wahai Dunia Kecilku yang begitu indah

Dunia setiap orang berbeda-beda
Yang terbaik untukku adalah yang diberikan Tuhan padaku,
yaitu kau
Aku memang terserang banyak penyakit yang berbahaya
Di sisi lain, aku tak pernah lupa
Selama ini aku hidup dalam kebahagiaan
Aku begitu senang kalau Tuhan mengujiku, karena aku selalu tahu....
Kau dan aku akan kuat seiring berjalannya waktu
Tuhan pun akan bahagia
Jika manusia tak menyia-nyiakan dunianya
 
Dunia kecilku, aku tak tahu kapan ruhku akan terlepas
Aku hanya berharap dapat mengingat banyak kebahagiaan dan syukurku
setelah aku  hembuskan nafas yang terakhir
Saat itulah kau dan aku akan berpisah
Berat memang, rasanya
Harus meninggalkan lingkungan
Di mana Tuhan mencurahkan kasih sayangnya padaku
Dan membiarkanku tumbuh sebagaimana seharusnya
Aku tak ingin merasa sedih 
Aku akan memohon kepada Tuhan agar kau juga bersukacita
Jangan pedulikan mereka yang mencercamu
Dan ingatlah kami, para manusia yang peduli pada dunianya.


Ananda
Pagi yang cerah sekali di musim hujan. Aku mengetik dengan laptopku, membayangkan hal-hal menyenangkan yang akan kujalani hari ini. Cukup aneh bagi orang tertutup sepertiku memiliki sebuah blog. Aku sangat suka menulis buku harian, yang berisi banyak rahasia di dalamnya. Kau bisa menebak bahwa tak ada seorang pun yang boleh melihatnya karena akan mengundang kemarahanku.Aku menulis blog bukan semata-mata untuk menjadi terkenal, aku hanya ingin mengutarakan apa yang ada di dalam hatiku namun tetap dapat dibaca semua orang dan tidak menguliti privasiku sendiri. Banyak surat-surat terbuka yang ingin kutunjukkan kepada dunia yang indah ini. Aku juga akan menulis tentang berbagai tips dan trik dalam menjalani kehidupan sehari-hari. ^^ 

Tak banyak pengetahuan yang kupunya, aku akan senang jika pembaca sekalian mau memaklumi dan memberikan kritik serta saran padaku. Terimakasih ^^