Memaafkan Diri Sendiri
'Memaafkan diri sendiri'. Kata yang sering kita dengar, tetapi begitu sulit untuk melakukannya. Entah karena kesalahan fatal akibat ulah kita yang mengacaukan keadaan atau kita yang tanpa sengaja melukai seseorang yang begitu kita cintai. Jika hal tersebut terjadi, maka yang akan berdengung dalam pikiran kita adalah :
"Saya tak bisa memaafkan diri saya atas semua kesalahan ini...."
"Begitu bodohnya saya sehingga orang lain celaka..."
"Kenapa saya bisa lalai atas semua masalah?"
Dan banyak contoh lain. Semua orang pernah mengalaminya, bahkan ada yang menyesali hal tersebut sampai berlarut-larut. Akan tetapi, pernahkah terbayang dalam benak kita untuk mencoba memaafkan diri sendiri? Berikut ini beberapa hal yang harus diingat jika mengalami masalah tersebut.
- Tuhan mengajarkan kita untuk menjadi pemaaf bukan semata-mata kepada orang lain saja.
Banyak sekali di antara kita yang begitu pemaaf kepada sesamanya, tetapi sangat sulit memaafkan diri sendiri. Tuhan mengajarkan kita untuk pemaaf dalam segala hal, termasuk memaafkan diri sendiri. Jika kita tak mau memaafkan diri sendiri, kita akan terus terbebani dengan pikiran negatif kepada diri kita.
Menyalahkan diri sendiri tak ada gunanya, hal itu sama sekali tak membangun kekuatan, menyalahkan diri sendiri sama saja dengan menjadi lemah dan tak bersyukur. Bersyukurlah, ingatlah Tuhan, serta belajarlah menerima keadaan.
- Kita memang harus memperbaiki kekurangan, tetapi introspeksi beda dengan marah kepada diri sendiri.
Introspeksi adalah hal yang wajib dilakukan kita sebagai manusia agar dapat membimbing diri menuju masa depan yang baik. Dengan menyadari semua kekurangan dan memperbaikinya, kebahagiaan bukan hal yang mustahil kita raih.
Lain halnya dengan marah kepada diri sendiri. Tidak mau memaafkan diri sendiri bukanlah bagian dari introspeksi. Kemarahan itu hanya membuat kita terlalu berfokus pada kekurangan dan menganggap diri tak mampu menghadapi tantangan.
- Jangan berpikir kalau yang lain tak dapat mengerti kesedihanmu. Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan.
Seringkali kita berpikir kalau kitalah yang paling salah. Namun, pernahkah kita bayangkan kalau orang lain juga melakukan hal yang sama? Mungkin kita bingung jika melihat orang lain yang terkena 'getah' akibat ulahnya sendiri tetap tersenyum. Bukan berarti ia tidak berpikir kalau ia salah. Ia hanya berusaha tenang dan memaafkan diri sendiri. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak?
- Rasa tidak enak hati memang ada karena membuat orang lain terkena imbas. Tapi, jangan lupakan maaf mereka yang selalu terbuka untuk kita.
- Terlepas dari itu semua, kita memang diciptakan dengan kekurangan. Tak ada yang sempurna, dan kita tahu itu.
"Nobody's Perfect"Kita diciptakan dengan segala macam kekurangan bukan tanpa alasan. Kita hidup untuk saling melengkapi satu sama lain. Camkan bahwa kita memang punya kekurangan, tetapi berusahalah untuk maju dan memaafkan segala kesalahan, baik yang dilakukan diri sendiri maupun orang lain. Tertawalah dengan semua kekurangan yang kita miliki, jangan dijadikan beban.
Bagaimana? Siapkah kita memaafkan diri sendiri? Sebenarnya banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk memaafkan diri sendiri. Hanya ini yang dapat saya paparkan mengingat pengetahuan saya yang masih sedikit. Ayo, kita bersama-sama maju dan melangkah demi esok yang lebih baik!!!
:)
Ananda, 14.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar