Sabtu, 14 November 2015

Surat Terbuka Untuk Dunia Kecilku yang Indah

Selamat pagi dunia
Apa kabarmu sekarang ini?
Maaf mengganggu ketenteramanmu
Tetapi, bolehkah aku bersurat denganmu? 
Untuk sekali ini saja, biarkanlah kusampaikan
Karena tak baik memendam terus di dalam hati

Dunia kecilku, aku sudah berumur empat belas
Meski belum banyak yang kuketahui, Tuhan telah memberiku melaluimu
Tuhan sangat percaya padamu
Kau mengemban tugas mulia
Berbesar hatilah, sekalipun kami yang serakah menapakimu
Tapi percayalah dunia,
Masih ada orang-orang baik
Mereka yang peduli akan kelestarianmu
Janganlah bersedih hati dengan dirimu yang tak seindah dulu
Karena kau telah memainkan banyak peran bagi kehidupan kami

Kau mungkin benci jika kusebut 'Dunia Kecil'
Tahukah kau bila aku bahagia dalam hidupku?
Di mana tempat aku bahagia sebelum ajal menjemput nanti?
Jelas aku bahagia bersamamu juga!
Aku tahu ada kebahagiaan yang lebih indah
Jika aku bisa mati dengan sedikit dosa
Akan tetapi, setalah berterimakasih kepada Tuhan,
aku juga ingin memelukmu dan mengatakan hal yang sama,
Wahai Dunia Kecilku yang begitu indah

Dunia setiap orang berbeda-beda
Yang terbaik untukku adalah yang diberikan Tuhan padaku,
yaitu kau
Aku memang terserang banyak penyakit yang berbahaya
Di sisi lain, aku tak pernah lupa
Selama ini aku hidup dalam kebahagiaan
Aku begitu senang kalau Tuhan mengujiku, karena aku selalu tahu....
Kau dan aku akan kuat seiring berjalannya waktu
Tuhan pun akan bahagia
Jika manusia tak menyia-nyiakan dunianya
 
Dunia kecilku, aku tak tahu kapan ruhku akan terlepas
Aku hanya berharap dapat mengingat banyak kebahagiaan dan syukurku
setelah aku  hembuskan nafas yang terakhir
Saat itulah kau dan aku akan berpisah
Berat memang, rasanya
Harus meninggalkan lingkungan
Di mana Tuhan mencurahkan kasih sayangnya padaku
Dan membiarkanku tumbuh sebagaimana seharusnya
Aku tak ingin merasa sedih 
Aku akan memohon kepada Tuhan agar kau juga bersukacita
Jangan pedulikan mereka yang mencercamu
Dan ingatlah kami, para manusia yang peduli pada dunianya.


Ananda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar